Merespons keragaman anak
Proses yang berjalan terus-menerus dalam usahanya menemukan cara-cara terbaik merespons keragaman individu setiap anak.
Sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, Sekolah Islam Plus Daarul Jannah melalui Inclusive Educational Center (IEC) berupaya meningkatkan mutu dan layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus di jenjang SD dan SMP secara optimal — dengan program akademik dan non-akademik yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan setiap siswa.
Outing ClassSIP Daarul Jannah mengedepankan makna karakteristik sebagai sekolah penyelenggara layanan pendidikan inklusif — empat komitmen yang menuntun cara kami merespons keragaman setiap anak.
Proses yang berjalan terus-menerus dalam usahanya menemukan cara-cara terbaik merespons keragaman individu setiap anak.
Mencari cara terbaik untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi anak dalam belajar.
Memberikan kesempatan kepada anak untuk hadir di sekolah, berpartisipasi, dan mendapatkan hasil belajar yang bermakna dalam hidupnya.
Kesempatan yang sama bagi anak-anak yang tergolong marginal, eksklusif, dan membutuhkan layanan pendidikan khusus dalam belajar.
Kurikulum program inklusif tidak mengejar target akademik yang kaku — tujuan utamanya adalah kemandirian siswa. Tim dan fasilitas khusus memastikan setiap anak berkembang sesuai potensinya.
Tersedia tim guru program inklusif yang berdedikasi — wujud keseriusan sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan inklusif.
Ruangan khusus inklusi yang mengakomodasi karakter dan kebutuhan siswa untuk pembelajaran pull out dan bina diri.
Kurikulum tanpa target akademik yang kaku — tujuan utamanya adalah kemandirian, dengan program yang dirancang individual sesuai kemampuan tiap siswa.
IEC terbuka melayani edukasi kemasyarakatan — seperti penelitian mahasiswa dan kunjungan belajar dari sekolah lain.
Berbagai program kegiatan akademik dan non-akademik — di sekolah maupun di luar sekolah — disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan siswa.
Pembelajaran di dalam dan/atau di luar kelas untuk menambah pengetahuan, keterampilan, kebersamaan, rasa percaya diri, dan kemampuan bersosialisasi siswa.
Melatih sisi afektif, motorik, dan keagamaan siswa. Pada waktu tertentu dilaksanakan bersama-sama dengan siswa program inklusif lainnya agar tercipta pembiasaan. Dikerjakan di sekolah pada jam pull out dan/atau di rumah dalam bentuk program mingguan maupun program akhir tahun pengisi libur sekolah.
Perkembangan siswa dipantau terus-menerus: pendekatan yang berhasil dipertahankan, yang belum ditinjau kembali — baik materi, pendekatan, metode, maupun media — agar perkembangan setiap siswa lebih optimal.
Harian — Evaluasi Pull Out. Jurnal harian berisi mata pelajaran/materi yang diajarkan, metode yang digunakan sesuai karakteristik siswa, serta evaluasi penguasaan materi dan perilaku siswa selama proses belajar berlangsung.
Per 3 bulan — Laporan Perkembangan. Pemantauan kemajuan belajar secara berkesinambungan, dilaporkan dalam bentuk narasi oleh guru pull out setiap tiga bulan.
Per semester — PPI. Program tertulis yang dirancang individual dan disusun tiap semester — menekankan potensi siswa, bukan ketidakmampuannya. Memuat performa yang dikembangkan, kompetensi yang diharapkan, metode, tempat/waktu, penanggung jawab, dan media/alat bantu. Hasil diskusi tim: guru kelas/semang, guru pull out, sie kurikulum, koordinator IEC, orang tua, shadow, dan/atau psikolog bila diperlukan.
Sesi Pull Out
Cooking and Selling
Market Day
Jelajah Alam
Pentas SeniSetiap jenjang menyediakan kuota khusus bagi siswa berkebutuhan khusus — terpisah dari kuota reguler. Data diperbarui setiap hari kerja.
Observasi dan asesmen calon siswa dimulai sejak proses SPMB. Kami juga menyambut orang tua yang ingin berkonsultasi, mahasiswa yang melakukan penelitian, dan sekolah lain yang ingin berkunjung untuk belajar bersama.